Resale Value Mobil Mengguncang Aspirasi Konsumen

Otomatif3 Dilihat

suarablitar.com — Harga jual kembali atau resale value mobil menjadi pertimbangan signifikan bagi konsumen Indonesia saat membeli kendaraan. Meskipun beberapa konsumen mengabaikan faktor ini, mereka seringkali merasa kecewa saat mengetahui bahwa harga jual kembali mobilnya mengalami penurunan drastis.

Yulian Karfili, Communication Strategy Sub-Division Head PT Honda Prospect Motor, menjelaskan bahwa meski ada konsumen yang tidak memedulikan resale value pada awalnya, mereka biasanya merasakan dampaknya saat ingin menjual mobil setelah satu tahun pemakaian. “Tahun depan, setelah menggunakan mobil setahun, mereka akan merasakan sakit hati saat menjualnya,” ungkap Yulian.

Faktor-faktor yang memengaruhi harga jual kembali mencakup kondisi mobil, populasi model, dan dukungan purnajual. Yannes Pasaribu, pengamat otomotif dari Institut Teknologi Bandung, menambahkan bahwa resale value menjadi elemen krusial dalam keputusan pembelian mobil, terutama untuk segmen mobil berbahan bakar konvensional. Merek-merek Jepang seperti Daihatsu, Suzuki, Toyota, dan Honda dipandang memiliki resale value yang stabil, bisa mencapai 70-80 persen dalam tiga tahun penggunaan.

Meskipun demikian, di kalangan konsumen yang lebih muda, fokus beralih dari resale value ke biaya operasional dan efisiensi lingkungan. Hal ini menunjukkan dinamika yang berkembang dalam preferensi konsumen otomotif di Indonesia.