Demo Ricuh Berujung Maut Lima Korban Jiwa di Jakarta dan Makassar

Berita2 Dilihat

suarablitar.com — Rangkaian demonstrasi yang berujung ricuh di Jakarta dan Makassar telah mengakibatkan lima korban jiwa. Korban tewas termasuk Affan Kurniawan, yang meninggal setelah dilindas kendaraan taktis Brimob pada 28 Agustus 2025 di Jakarta. Tiga korban lainnya, yaitu Saiful Akbar, Sarina Wati, dan Muhammad Akbar Basri, tewas akibat kebakaran gedung DPRD Makassar. Satu orang, Rusdamiansyah, juga meninggal setelah dikeroyok di depan kampus UMI.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga Affan dan menyatakan bahwa tujuh anggota Brimob yang terlibat telah diamankan untuk penyelidikan lebih lanjut. Presiden Prabowo Subianto juga mengutuk insiden tersebut dan berjanji akan mengusut tuntas.

Sejumlah tokoh, termasuk Mantan Menko Polhukam Mahfud MD dan Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, mengajak masyarakat untuk menjaga situasi tetap kondusif dan mengekspresikan pendapat secara damai. Mahfud menyatakan bahwa demonstrasi merupakan hak konstitusional, sementara Nasir mengingatkan pentingnya bertanggung jawab dalam menyampaikan aspirasi.

Lebih lanjut, Rais Aam PBNU Miftachul Akhyar mendorong dialog sebagai cara untuk menangani aksi demonstrasi, menekankan perlunya menjaga keamanan tanpa kekerasan. DPP Persatuan Umat Islam (PUI) dan Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) juga menyerukan pentingnya kedamaian dalam menyampaikan pendapat.