suarablitar.com — Tokoh masyarakat di Blitar menyerukan unjuk rasa yang damai dan tanpa tindakan anarkis menyusul insiden tewasnya seorang pengemudi ojek online (ojol) pada Senin (16/10). Pihak kepolisian telah mengamankan beberapa pelaku yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut.
Insiden ini menciptakan kepanikan di tengah masyarakat, terutama di kalangan pengemudi ojol. Tokoh masyarakat mengingatkan pentingnya melakukan protes secara tertib dan berpegang pada prinsip damai, sebagai bentuk aspirasi yang konstruktif. Mereka menegaskan bahwa unjuk rasa harus menyampaikan pesan dengan cara yang santun.
Dalam keterangan pers, salah satu tokoh menyatakan, “Kami mengajak semua pihak untuk menyuarakan pendapat tanpa mengganggu ketertiban umum. Kami menolak aksi anarkis.” Pihak kepolisian juga menghimbau agar warga dapat membantu menjaga keamanan dan ketertiban selama aksi berlangsung.
Selain itu, insiden ini menjadi sorotan media dan mengundang perhatian berbagai kalangan mengenai keselamatan para pengemudi ojol di jalan raya. Penegakan hukum yang tegas dianggap krusial untuk mencegah kejadian serupa terulang di masa depan.
Pihak penyelenggara aksi diharapkan dapat berkoordinasi dengan pihak keamanan untuk memastikan proses unjuk rasa berlangsung aman dan tertib.