Rantis Brimob Lindas Ojol Dalam Huru Hara Massa Mengapa Bisa Terjadi

Otomatif4 Dilihat

suarablitar.com — Jakarta
Sopir rantis Brimob yang terlibat insiden melindas pengemudi ojek online, Affan Kurniawan, mengaku hanya berfokus pada keselamatan penumpang yang ada dalam kendaraannya. Tujuh anggota yang berada di rantis tersebut kini diperiksa oleh Propam, dengan pemeriksaan yang disiarkan langsung melalui akun Instagram @divpropampolri.

Sopir rantis, Bripka R, menjelaskan bahwa saat kejadian, jalanan dipenuhi massa yang menyerang menggunakan batu dan bom molotov. “Saya harus mampu menyelamatkan orang dalam kendaraan saya. Kalau saya berhenti, bisa bahaya,” ujarnya. Menurutnya, keterbatasan pandangan akibat kaca gelap dan kondisi jalan yang penuh batu membuatnya sulit untuk melihat posisi orang di sekitar.

Praktisi keselamatan berkendara, Sony Susmana, mengingatkan bahwa berkendara dengan rantis, yang memiliki spesifikasi berat dan performa tinggi, harus dilakukan dengan perhitungan matang. Rantis yang terlibat diduga bernama Rimueng, dengan mesin 3.200 cc yang mampu melaju hingga 100 km/jam di jalan perkotaan dan 60 km/jam di medan ekstrem. Sony menyarankan agar pengemudi tidak agresif, mengingat mereka menghadapi rakyat, bukan musuh yang bersenjata mematikan.

Insiden ini menyoroti pentingnya beroperasi dengan hati-hati dalam situasi darurat guna menghindari kecelakaan serupa.