Paparan Informasi Negatif Bisa Mengancam Kesehatan Kita

Nasional6 Dilihat

suarablitar.com — Paparan informasi negatif, seperti berita mengenai korupsi dan situasi negara, dapat berpengaruh buruk terhadap kesehatan fisik dan mental individu. Menurut para ahli, informasi negatif yang diterima secara terus-menerus dapat meningkatkan stres, mengganggu pola tidur, dan memperburuk gejala kesehatan tertentu.

Psikolog klinis Logan Jones, PsyD, menjelaskan bahwa konten sensasional di media sosial dapat menyebabkan overload informasi. “Banyak pemberitaan saat ini lebih fokus membuat orang terpaku pada berita daripada memberikan informasi secara objektif,” katanya.

Kondisi ini dapat memicu respons “fight or flight” dalam tubuh, yang diungkapkan oleh pakar kesehatan mental Annie Miller. Ketika otak merasakan ancaman, hormon kortisol dan adrenalin akan meningkat. Jika stres berkepanjangan, dampaknya dapat meliputi penurunan sistem kekebalan tubuh, peningkatan tekanan darah, serta gejala fisik lain seperti sakit kepala dan gangguan pencernaan.

Paparan berulang kali terhadap informasi negatif dapat menyebabkan rasa putus asa dan depresi, menurut Dr. Robert Bright dari Mayo Clinic. Gejala fisik yang muncul dapat mencakup sulit tidur, perubahan nafsu makan, detak jantung yang meningkat, dan kelelahan yang berkepanjangan.

Ahli mengatakan bahwa isu-isu seperti korupsi dan keamanan dapat dianggap sebagai ancaman besar, meskipun tidak langsung berada di sekitar individu. Hal ini menyebabkan banyak orang merasa cemas, mudah marah, atau sulit berkonsentrasi setelah mengonsumsi informasi tersebut.