Jakarta Dalam Cengkraman Kemacetan: Solusi Apa yang Dapat Mengubahnya

Otomatif7 Dilihat

suarablitar.com — Jakarta mengalami kemacetan yang parah, menyebabkan kerugian ekonomi mencapai Rp 100 triliun per tahun, setara dengan enam kali biaya pembangunan MRT fase pertama. Hal ini diungkapkan oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, yang menekankan perlunya peralihan ke transportasi publik sebagai solusi jangka panjang.

Kemacetan di Jakarta tidak hanya mempengaruhi mobilitas, tetapi juga berdampak negatif terhadap kualitas hidup, perekonomian, dan kesehatan masyarakat. Rano mengutip studi Bappenas dan Jabodetabek Urban Transportation Policy Integration II pada 2019, yang menunjukkan angka kerugian setara dengan empat persen Produk Domestik Bruto (PDB) Jabodetabek.

Untuk mengatasi masalah ini, Pemprov DKI Jakarta mengembangkan Intelligent Traffic Control System (ITCS) berbasis kecerdasan buatan (AI) yang telah diterapkan di 65 dari 321 persimpangan. Rano menambahkan bahwa sistem tersebut mampu menurunkan waktu tunggu kendaraan hingga 15-20 persen dan menjadi dasar pengawasan pajak kendaraan dan emisi.

Selain itu, Pemprov berkolaborasi dengan Polda Metro Jaya melalui program Mandala Quick Response untuk memantau lalu lintas secara real-time. Rano juga menyampaikan upaya memperkuat kerja sama dengan daerah penyangga Jakarta melalui program Transjabodetabek, yang diharapkan dapat mengurangi kepadatan lalu lintas.

Rano mengajak masyarakat untuk disiplin dalam berlalu lintas dan beralih menggunakan transportasi publik guna menciptakan sistem transportasi yang aman, nyaman, dan berkelanjutan.