Demonstrasi Hidup Mati di Jakarta Halte Terbakar dan Tuntutan Keadilan

Otomatif3 Dilihat

suarablitar.com — Jakarta, demonstrasi massa terjadi di beberapa lokasi di Jakarta pada Jumat malam (29/8) dan berlanjut hingga Sabtu pagi (30/8). Dalam aksi tersebut, tujuh halte TransJakarta (TJ) dilaporkan terbakar akibat tindakan oknum yang tidak bertanggung jawab.

Kepala Departemen Humas dan CSR PT TransJakarta, Ayu Wardhani, menyatakan, “Hingga Sabtu pagi, ada tujuh halte yang dibakar oleh oknum tidak bertanggung jawab,” seperti dikutip dari Antaranews. Halt-halte yang terbakar termasuk Halte Bundaran Senayan, Halte Polda Metro Jaya, dan Halte Senen, sebagian besar terletak di pusat kota.

Selain pembakaran, beberapa halte juga mengalami perusakan dan vandalisme. Pihak TransJakarta menyesalkan kejadian ini dan mengajak masyarakat untuk menjaga fasilitas publik agar tetap dapat dimanfaatkan banyak orang. “TransJakarta berterima kasih atas dukungan semua pihak,” kata Ayu.

Sehubungan dengan situasi ini, layanan TransJakarta dihentikan sementara hingga Sabtu pagi. Pengumuman resmi dari mereka menyebutkan bahwa layanan tidak dapat melayani pelanggan karena situasi yang tidak kondusif.

Aksi demonstrasi ini terjadi sebagai bentuk protes terhadap meninggalnya pengemudi ojek online, Affan Kurniawan (21), setelah ditabrak mobil rantis Brimob. Meski telah dilakukan penembakan gas air mata, massa masih tetap bertahan hingga pagi hari.