suarablitar.com — Sejumlah pengemudi ojek online (ojol) menggelar orasi di Mako Brimob Kwitang, Jakarta Pusat, pada Senin (2/10/2023). Aksi ini merupakan bagian dari protes terhadap kebijakan tarif dan insentif yang dinilai merugikan. Mereka kemudian melanjutkan demonstrasi ke Gedung DPR RI di Senayan untuk menuntut audiensi dengan anggota dewan mengenai isu tersebut.
Pada orasi di Mako Brimob, para pengemudi menyampaikan berbagai keluhan terkait penurunan tarif dan kesulitan dalam mendapatkan insentif. “Kami meminta perhatian pemerintah agar mendengarkan keluhan kami dan memberikan solusi yang adil,” ujar salah satu perwakilan pengemudi.
Setelah berunjuk rasa di Mako Brimob, massa beralih ke Gedung DPR RI. Di lokasi ini, mereka membawa spanduk dan meneriakkan slogan-slogan penolakan terhadap kebijakan yang dianggap merugikan. Mereka berharap dapat ditemui oleh anggota DPR untuk membahas permasalahan yang dihadapi.
Aksi ini merupakan bagian dari gerakan yang lebih luas untuk menuntut keadilan bagi pengemudi ojol di seluruh Indonesia. Pengemudi merasa adanya ketidakadilan dalam kebijakan tarif yang diterapkan oleh platform ojek online, dan menekankan perlunya regulasi yang lebih ketat dari pemerintah.
Demonstrasi ini berlangsung damai, dibawah pengawasan ketat aparat keamanan. Para pengunjuk rasa berjanji akan melanjutkan aksi serupa jika tuntutan mereka tidak diakomodir dalam waktu dekat.