Kematian Pengemudi Ojol Akibat Tabrakan Rantis Memicu Protes Besar di Jakarta

Berita3 Dilihat

suarablitar.com — Media asing melaporkan kematian pengemudi ojek online (ojol), Affan Kurniawan, yang dilindas kendaraan taktis Brimob saat aksi demonstrasi di Jakarta. Kejadian ini menyebabkan duka dan kemarahan di masyarakat. The Straits Times dari Singapura mengangkat judul, “Justice for Affan: Outrage in Jakarta after delivery rider killed by police vehicle in protest clash,” dan mewawancarai ibunda Affan yang menginginkan keadilan.

Erlina, ibunda Affan, mengatakan, “Saya ingin orang yang membunuh anak saya mendapatkan hukuman seberat-beratnya.” Affan, 21 tahun, merupakan tulang punggung keluarganya, berusaha membangun rumah untuk keluarganya di Lampung melalui kerja kerasnya.

Kantor berita Reuters melaporkan bahwa mahasiswa Indonesia berencana mengadakan lebih banyak protes di Mabes Polri, menyusul kematian Affan. Dalam konferensi pers, Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri, menyampaikan permohonan maaf atas insiden tersebut.

Media Arab Saudi, Arab News, serta media lainnya seperti Bloomberg dan Bangkok Post, juga melaporkan kemarahan masyarakat yang meluas di media sosial. Protes dan ketidakpuasan di kalangan pengemudi ojol sebagaimana dilaporkan, menjadi indikator potensi kerusuhan yang lebih besar jika tindakan tidak diambil oleh pihak berwenang.