suarablitar.com — Demonstrasi menolak kenaikan gaji anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang berlangsung di Jakarta pada hari ini berakhir ricuh. Aksi ini diikuti oleh seratusan peserta yang menyampaikan aspirasi mereka di depan gedung DPR.
Massa yang mengaku berasal dari berbagai organisasi masyarakat mengecam rencana kenaikan gaji dan meminta transparansi penggunaan anggaran. Kericuhan terjadi saat aparat keamanan berusaha membubarkan massa yang berulang kali melanggar batas zona aman. Beberapa peserta demonstrasi terpaksa diamankan untuk menghindari aksi anarkis.
Seorang koordinator aksi, Andi Setiawan, menyatakan, “Kami menolak kenaikan gaji DPR di tengah kesulitan ekonomi yang dialami masyarakat.” Tanggapan warga sekitar beragam; sebagian mendukung aspirasi para demonstran, sementara yang lain merasa tindakan tersebut mengganggu ketertiban umum.
Pihak kepolisian mengimbau seluruh masyarakat untuk menyampaikan pendapat secara damai dan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Demonstrasi ini menambah catatan aksi unjuk rasa terkait isu kesejahteraan masyarakat dan tata kelola pemerintahan.